Bulan suci Ramadan adalah tamu agung yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh masyarakat desa. Suasana desa yang biasanya sepi di malam hari, mendadak menjadi hidup dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan ramainya langkah kaki warga menuju masjid atau mushola untuk menunaikan ibadah sholat Tarawih berjamaah. Salah satu ciri khas dari pelaksanaan Tarawih adalah dilantunkannya bacaan doa kamilin setelah sholat selesai dan sebelum melangkah ke sholat Witir.
Pemerintah Desa memandang perlu untuk menyajikan informasi keagamaan yang valid dan mudah diakses. Tujuannya agar warga tidak hanya sekadar mengikuti imam, tetapi juga memahami apa yang dibaca dan diaminkan. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai bacaan doa kamilin, mulai dari pengertian, waktu pembacaan, hingga teks lengkapnya yang bisa dihafal oleh bapak-bapak, ibu-ibu, dan remaja masjid di desa kita.
Mari kita luruskan niat dan persiapkan diri menyambut malam-malam penuh ampunan dengan ilmu yang bermanfaat.
Apa Itu Doa Kamilin?
Secara bahasa, kata “Kamilin” berasal dari Bahasa Arab yang berarti “orang-orang yang sempurna”. Jadi, bacaan doa kamilin adalah doa yang berisi permohonan kepada Allah SWT agar kita dijadikan sebagai golongan orang-orang yang memiliki iman yang sempurna.
Doa ini bukanlah doa sembarangan. Di dalamnya terkandung permohonan yang sangat komprehensif (lengkap), mencakup kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat. Biasanya, doa ini dibaca oleh Bilal atau Imam sholat Tarawih dengan suara lantang, dan diaminkan secara serempak oleh seluruh jemaah.
Tradisi membaca doa ini sudah mengakar kuat di tengah masyarakat desa kita yang mayoritas memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Membaca doa ini merupakan bentuk penyempurnaan dari rangkaian sholat malam di bulan Ramadan, sebagai jembatan spiritual sebelum menutup malam dengan sholat Witir.
Waktu Pelaksanaan dan Keutamaan
Penting bagi warga untuk mengetahui kapan waktu yang tepat melafalkan doa ini agar ibadah berjalan tertib.
Waktu Membaca
Bacaan doa kamilin dibaca tepat setelah jemaah menyelesaikan sholat sunnah Tarawih.
- Bagi masjid/mushola yang melaksanakan Tarawih 20 rakaat, doa ini dibaca setelah rakaat ke-20 selesai.
- Bagi yang melaksanakan 8 rakaat, doa ini dibaca setelah rakaat ke-8 selesai.
- Doa dibaca sebelum jamaah berdiri kembali untuk melaksanakan sholat Witir.
Keutamaan bagi Warga Desa
- Memperkuat Tali Silaturahmi: Momen mengaminkan doa bersama-sama mempererat ikatan batin antarwarga desa.
- Menyempurnakan Iman: Sesuai namanya, doa ini meminta kesempurnaan iman, hal yang paling berharga bagi seorang muslim.
- Melatih Kekhusyukan: Mendengarkan dan meresapi arti doa membuat hati menjadi lebih tenang dan tawadhu.
Teks Lengkap Bacaan Doa Kamilin
Berikut adalah teks bacaan doa kamilin yang umum digunakan di masjid-masjid desa. Kami sertakan tulisan Arab, cara baca Latin (bagi warga yang belum lancar membaca Arab gundul), dan terjemahan Bahasa Indonesia agar kita tahu apa yang kita minta kepada Allah.
1. Teks Arab
اَللâهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِدِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَةِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
2. Teks Latin (Cara Baca)
Bagi sesepuh desa atau warga yang membutuhkan panduan latin, berikut cara membacanya:
“Allaahummaj’alnaa bil iimaani kaamiliin. Wa lil faraaidhi muaddiin. Wa lish-shalaati haafidhiin. Wa liz-zakaati faa’iliin. Wa limaa ‘indaka thaalibiin. Wa li ‘afwika raajin. Wa bil-hudaa mutamassikiin. Wa ‘anil laghwi mu’ridhiin. Wa fid-dunyaa zaahidiin. Wa fil ‘aakhirati raaghibiin. Wa bil-qadhaa’i raadhiin. Wa lin-na’maai syaakiriin. Wa ‘alal balaai shaabiriin. Wa tahta liwaai sayyidinaa Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama yaumal qiyaamati saairiina wa alal haudhi waaridiin.
Wa ilal jannati daakhiliin. Wa minan naari naajiin. Wa ‘alaa sariiril karaamati qaa’idiin. Wa bi huurun ‘in mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha’aamil jannati aakiliin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariiqa wa ka’sin min ma’iin. Ma’al ladziina an’amta ‘alaihim minan nabiyyiina wash shiddiiqiina wasy syuhadaai wash shaalihiina wa hasuna ulaaika rafiiqan. Dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliiman.
Allaahummaj’alnaa fii haadzihil lailatisy syahrisy syariifatil mubaarakati minas su’adaail maqbuuliin. Wa laa taj’alnaa minal asyqiyaail marduudiin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma’iin. Birahmatika yaa arhamar raahimiin wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.”
3. Terjemahan (Arti)
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang berpaling dari perbuatan sia-sia, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah.
Dan jadikanlah kami orang-orang yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, yang mendatangi telaga (Kautsar), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah dengan bidadari, yang mengenakan pakaian dari sutra tipis dan tebal, yang memakan makanan surga, dan yang meminum air susu dan madu murni dengan gelas-gelas dan cerek-cerek serta piala (gelas) dari sumber air yang senantiasa mengalir.
(Kumpulkanlah kami) bersama orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Karunia itu dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.
Ya Allah, jadikanlah kami pada malam bulan yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amal ibadahnya. Dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan ditolak amal ibadahnya. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Penjelasan Makna dalam Doa Kamilin
Pemerintah Desa ingin mengajak warga untuk merenungi setiap bait dari bacaan doa kamilin tersebut. Ada beberapa poin penting yang menjadi inti permohonan kita:
Permohonan Kualitas Diri
Di awal doa, kita meminta agar dijadikan pribadi yang disiplin. “Menunaikan kewajiban” dan “memelihara shalat” adalah fondasi utama warga desa yang religius. Kita juga diajak untuk menjadi dermawan melalui zakat.
Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Kalimat “Zuhud di dunia” dan “Menyenangi akhirat” mengajarkan kita untuk tidak terlalu serakah mengejar harta duniawi hingga melupakan tetangga dan kewajiban agama. Namun, kita tetap harus bekerja keras sebagai bentuk rasa syukur.
Ketabahan dan Kesabaran
Hidup di desa tentu ada pasang surutnya, baik itu gagal panen atau musibah lainnya. Dalam doa ini, kita meminta agar dijadikan hamba yang “sabar atas segala musibah” dan “ridha dengan ketentuan Allah”. Ini adalah kunci ketenangan jiwa warga desa.
Harapan Masuk Surga
Bagian tengah hingga akhir doa berisi gambaran keindahan surga. Ini menjadi motivasi bagi kita semua bahwa lelahnya berpuasa di siang hari dan tegaknya shalat di malam hari akan dibalas dengan kenikmatan abadi kelak.
Peran Pemerintah Desa dalam Kegiatan Ramadan
Pemerintah Desa berkomitmen untuk mendukung penuh kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan. Kami mengajak seluruh pengurus masjid (Takmir), para Ustaz, dan Kiai kampung untuk terus membimbing masyarakat dalam melafalkan bacaan doa kamilin ini dengan fasih.
Beberapa imbauan dari desa:
- Pengeras Suara: Gunakan pengeras suara masjid dengan bijak sesuai aturan, agar syiar tetap berjalan namun tidak mengganggu warga yang sedang sakit atau bayi yang sedang tidur.
- Kebersihan Masjid: Warga diharapkan gotong royong membersihkan area tempat wudhu dan ruang shalat agar ibadah Tarawih makin nyaman.
- Keamanan: Bagi warga yang meninggalkan rumah untuk ke masjid, pastikan kompor mati dan pintu terkunci rapat. Satlinmas desa akan membantu patroli selama jam Tarawih.
Penutup
Demikian panduan lengkap mengenai bacaan doa kamilin yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi seluruh warga desa, khususnya bagi para imam mushola dan remaja masjid yang bertugas.
Mari kita jadikan Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan menghafal dan memahami doa ini, semoga sholat Tarawih kita tidak hanya menjadi gerakan fisik semata, melainkan menjadi sarana untuk benar-benar menjadi “Kamilin” atau insan yang sempurna imannya.